Kapolres Minut Tinjau Proses Pengolahan Bahan Minyak Goreng di PT Royal Coconut

  • Whatsapp

Minahasa Utara, Warta1.net –¬†Kapolres Minut AKBP Bambang Yudi Wibowo, SIK didampingi Kapolsek Airmadidi Iptu Melky sadrack, Kasi humas Polres minut Iptu ennas firdaus bersama anggota sek Airmadidi, meninjau pengolahan bahan minyak goreng di PT. Royal Coconut Kelurahan Sarongsong I, Kecamatan Airmadidi.

Kunjungan Kapolres disambut baik oleh General Manager (GM) PT Royal Coconut Alexander Gala, Rabu (6/04/2022).

Bacaan Lainnya

 

Kepada Kapolres Minut, Alexander Gala menjelaskan bahwa perusahaan PT. Royal Coconut hanya mengolah bahan mentah menjadi minyak goreng yang belum bisa di komsumsi.

“Bahan baku atau mentah untuk minyak goreng di PT. royal.Coconut adalah kulit ari kalapa dan kopra yang diolah menjadi minyak setengah jadi,” jelas Alexander.

Lebih lanjut dikatakan Alexander, kulit ari kelapa sisa tersebut masih banyak mengandung bahan minyak atau tinggi kadar minyak untuk itu kulit ari kelapa harus dikeringkan kemudian dimasukan pada mesin expeler (alat press penghasil minyak goreng) hasilnya pun belum bisa di komsumsi.

“Dalam satu hari PT. Royal Coconut selama bahan baku lancar dapat memproduksi minyak goreng dari bahan baku kulit ari kelapa 50 sampai 60 ton, maka dapat menghasil minyak goreng yang belum bisa di komsumsi sebanyak 21.000 kg atau 21 ton atau 1 konteiner 20 feet.

Hasil produksi minyak setengah jadi tersebut akan dikirim ke surabaya atau pabrik pengelolah minyak siap komsumsi.

“Perang Rusia dan Ukraina berdampak pada kelangkaan minyak goreng yang terjadi saat, karena salah salah satu bahan kimia untuk pengelolahan minyak goreng siap pakai harus diimport dari Ukraina,” ungkap Alexander kepada Kapolres.

Perlu diketahui seluruh karyawan PT. Royal Coconut sudah mendapat vaksin dosis 1 dan dosis 2 sementara untuk booster baru sekitar 70% dan sebagian tinggal menunggu jadwal vaksin.

(Jap)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *